About Open Source

Alhamdulillah…akhirnya ada kesempatan juga untuk membuat tulisan dan mengeluarkan isi curahan kepala ini. Hm…tulisan ini sebenarnya apa yah….? mungkin bisa dibilang curhat, berbagi pengalaman atau mungkin bisa juga berupa tip n trik kali yah….
Tapi pastinya :
Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.
Pada awalnya saya belum faham benar dengan apa itu Open Source, tetapi seiring berjalannya waktu saya banyak mencari informasi terkait mengenai hal tersebut, dan alhamdulillah saya mendapatkan informasi yang pasti akan hal ini. Open source itu sendiri bukanlah hal yang baru dalam perkembangan dunia komputer (terkait dengan sistem operasinya). Tapi biar awam-awam begini, saya juga pernah mencoba untuk menginstall “RedHat 7.3″ loh hehehe…
Nah, sekarang mulai masuk pembahasan yah. Pada awalnya saya sangat takut sekali sekaligus ngeri mendengar nama LINUX, entah kenapa. Yang saya bayangkan, ia adalah sesuatu yang sangat sulit dan sangat sukar untuk dipahami (walaupun masih ada sedikit dipikiran saya sampai saat ini). Beberapa trauma yang saat ini masih membayangi saya adalah, ketika saya pertama kali menginstall linux (saat itu saya pakai RedHat 7.3), semua partisi harddisk saya terhapus dan GONE, saya sampai panik dan mau tidak mau, saya menginstall ulang untuk windowsnya dan eksperimen saya terhadap linux terhenti.
Kemudian dihari-hari berikutnya (beberapa tahun kemudian), saya mendapatkan rejeki dan saya langsung membeli sebuah laptop kesayangan saya. Pertama kali membeli, saya langsung menginstalnya dengan Sistem Operasi karya Bill Gates (alhamdulillah saya install yang ori loh, karena pihak perusahaan memperbolehkan menggunakannya). Kemudian saya mencoba untuk menginstall Linux kembali…dan lagi-lagi, walaupun sebelumnya saya pernah berhasil, kali ini laptop saya menjadi korban lagi dan..Blup, semua partisi terhapus dan GONE. Akhirnya saya banyak bertanya dengan “orang pintar” yang faham akan linux. Dan alhamdulillah sampai saat ini saya sudah mahir untuk menginstall linux tersebut…ALHAMDULILLAH.
Tidak cukup sampai disitu, problem selanjutnya mulai terjadi, sistem operasi karya Bill Gates ini mulai sedikit rewel dengan beraneka ulahnya, mulai dari heng, stune hingga hilang ntldr nya. Kalau sudah hilang ntldr nya saya harus mengintall ulang kembali. Kalau dipikir-pikir saya sudah sangat sering menginstall sistem operasi ini (bisa lebih dari 10X). Alhasil, setiap saya harus menginstall ulang karya Bill Gates ini, maka LILO saya menghilang. Apa yang harus saya lakukan ? What am I suppose to do ?. Dan lagi-lagi, saya bertanya sama “orang pintar” kembali. Akhirnya dengan modal nekat, dengan rasa penasaran dan dengan rasa masa bodo’ saya memberanikan kembali untuk mengutak-atik sistem operasi karya LINUX TORVALD ini. Pada awalnya, setiap habis menginstall karya Bill Gates, saya harus menginstall kembali linuxnya, akhirnya ada cara tanpa harus menginstall ulang linuxnya. Inilah salah satu kebahagiaan saya bersama linux, saya mulai sedikit demi sedikit membedahnya (walaupun masih dalam mode GUI, karena kalau mode TEXT saya masih suka kesulitan, hehehe
).
Saat ini distro kesayangan saya adalah UBUNTU ME. Saya menggunakan versi yang Muslim Edition (ME), karena didalamnya banyak kabutuhan yang saya perlukan, selain hanya untuk memutar film dan mendengarkan lagu. O iya, sebagai tambahan, pada saat saya menginstall versi UBUNTU ME DVD, alhamdulillah semua kebutuhan saya langsung tercover seperti : Graphic Card, Sound, Ethernet serta Modem. Dan untuk hal-hal lainnya saya menggunakan file Repositori dari pinjaman CD teman-teman. Dan alhamdulillahnya banget, pihak perusahaan sangat mendukung sekali akan penggunaan linux ini. Karena perusahaan saya adalah salah satu perusahaan yang mempunyai moto : “Pelopor Linux di Indonesia”, wah…keren gak tuh, jadi makin cinta deh.
Walaupun saya sudah menggunakan Ubuntu, ketika saya harus menginstall ulang karya Bill Gates, LILO saya masih sering hilang. Nah berikut ini adalah salah satu cara yang saya lakukan untuk mengembalikan LILO yang hilang disamping cara-cara yang lainnya. Cara ini adalah yang paling sering saya lakukan, yaitu : (sudah siap, nah sekarang masuk bab tip n trik deh hehehe…)
1. Siapkan CD Linux yang Bootable.
Maksudnya adalah, saya menggunakan CD Linux dengan Distro yang sejenis untuk memancing Lilo itu sendiri dan untuk mengkonfigurasinya. Pada saat Ubuntu ME saya tersembunyi (karena lilonya hilang), saya menggunakan Ubuntu 8.04, pernah juga pakai Ubuntu 8.10 dan terakhir Ubuntu 9.04. Kalau menggunakan lintas Distro, saya masih belum mencobanya.
2. Boot melalui CD (Bisa pakai yang Live CD juga).
Lakukan booting langsung melalui CD yang sudah disiapkan tadi. Ikuti petunjuk dilayar sebagaimana kita akan menginstallnya. Masuklah dalam mode Try ubuntu (artinya pilih yang live CD nya tanpa harus menginstall Ubuntu).
3. Pastikan lokasi partisi Linux.
Maksudnya adalah, carilah letak partisi linuxnya berada. Setiap komputer akan sangat beragam untuk meletakkan partisi ketika pertama kali menginstall Linux. Menu yang dipilih untuk melakukan cek partisi adalah : System –> Administration –> Partition Editor.
Agar lebih jelasnya, saya cantumkan nih gambarnya :

Menu yang dilakukan untuk melihat partisi komputer yang tersedia
4. Carilah posisi Linux berada.
Setelah melakukan langkah pada gambar di atas, maka kita bisa melihat dimana letak partisi linux yang tersembunyi lilo nya. Untuk komputer yang saya gunakan, letak Linuxnya berada pada sda8. Nah, keterangan tersebut bisa dilihat pada gambar dibawah ini nih :

Posisi linux yang berada pada sda8
5. Ingat posisi partisinya yah.
Harap diingat letak partisi linuxnya. Untuk mengingatnya, bisa dihafal, tulis di tembok (hehehe silahkan aza) atau dicatat dimana saja, intinya supaya tidak lupa gitu loh.
6. Aktifkan Terminal atau Console.
Setelah diingat letak partisinya, aktifkanlah Terminal dimana kita akan mengetikkan serangkaian perintah-perintah untuk menyulap kembali agar Lilo kesayangan kita dapat muncul kembali. Perintah mengaktifkannya adalah : Applications –> Accessories –> Terminal
7. Ketikkan perintah berikut.
Katikkanlah perintah di bawah ini secara urut, otrey ! (ini yang saya dapatkan dari orang pintar) :
#sudo su
#cd /media
#mkdir makhdy
#mount /dev/sda8 /media/makhdy
#grub-install –root-directory=/media/makhdy/boot/grub/ /dev/sda
#reboot
Catatan : untuk perintah membuat direktorynya (diatas namanya makhdy), namanya bisa bebas. Directory ini hanya untuk menyimpan sementara proses grub lilonya, sehingga harus di mounting terlebih dahulu.
Setelah dilakukan proses Reboot, Insya Allah sekarang Lilo kesayangan anda sudah muncul, sebagaimana Lilo kesayangan saya juga muncul. Nah itulah sedikit banyak pengalaman saya dalam menggunakan Linux ini. Saya berharap akan sangat banyak nantinya di masa depan orang yang mulai bermigrasi dan murni menggunakan Open Source ini. Apalagi sekarang sudah banyak perusahaan-perusahaan yang bermigrasi menggunakan open source. Selain untuk melakukan penghematan besar-besaran, juga bisa untuk menjaga kestabilan system loh…Gak percaya, coba aza.
Terakhir saya ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membaca sedikit curhatan artikel saya ini dan semoga bisa membantu. Beberapa Distro yang pernah saya coba antara lain : RedHat, Slackware, Mandriva 2009, Open Suse 10 dan terakhir Ubuntu ME ini. Kesulitan lainnya yang saya hadapi terhadap linux juga tidak hanya seperti di atas, masih ada beberapa kesulitan yang saya hadapi yang membuat saya makin tertantang untuk membedahnya. Salah satunya adalah : saya ingin, tampilan linux saya bisa menyerupai sistem operasi Macintosh. Nah loh gimana lagi tuh hehehe…nantikan tip yang berikutnya yah. O iya untuk saran dan masukkannya bisa mengirimkannya kepada saya di web2000aza@gmail.com. Terima kasih.

Inilah tampilan Linux ku tersayang setelah di instal Avant Window Navigator (AWN)




